Arnold
Sebastian Egg, salah seorang pendiri TokoBagus.com, tak pernah
menyangka perusahaan yang dibangunnya bakal merger dengan perusahaan
lain. Setelah TokoBagus dibeli oleh Naspers dan berganti nama jadi
OLX.co.id, ternyata hal yang tak pernah diduga Arnold terjadi, kini OLX
akan digabungkan dengan Berniaga.com.
OLX dan Berniaga sama-sama
situs web iklan baris online. Keduanya bersatu setelah terjalin
kesepakatan antara Naspers dan investor Berniaga, 701 Search, pada 14
November 2014.
"Selama beberapa waktu hal itu adalah sesuatu yang
tidak saya kira," kata Arnold saat berbincang dengan CNN Indonesia lewat
surat elektronik. Namun, kemiripan layanan dan model bisnis antara OLX
dan Berniaga membuat Arnold berpikir bahwa merger ini masuk akal.
701
Search merupakan gabungan antara perusahaan Schibsted (Norwegia),
Telenor (Norwegia), dan Singapore Press Holdings (Singapura).
Pilihan Redaksi
Zalora Bakal Ganti Nama
Situs OLX dan Berniaga akan Bersatu
Situs Berniaga Bakal Tutup, Dialihkan ke OLX
Naspers
dan 701 Search akan membentuk perusahaan patungan di Brasil, Thailand,
Bangladesh, dan Indonesia. Di Indonesia, Naspers akan jadi pemegang
saham mayoritas menguasai 64 persen di perusahaan patungan ini,
sementara 701 Search sebesar 36 persen. Nantinya, layanan Berniaga bakal
ditutup dan merek OLX dipertahankan.
Arnold memprediksi, OLX akan
menjadi pemenang di pasar dan membuat jarak yang begitu jauh dengan
kompetitornya yang berada di peringkat kedua. Hal itu bisa dicapai jika
pengelola melakukan pengembangan produk, dan bukan dengan melakukan
pemasaran dengan banyak uang.
"Hanya satu dengan produk terbaik
yang pada akhirnya akan menang. Online adalah tempat yang sangat tidak
kenal ampun, Anda perlu berubah di tengah kebutuhan pasar yang terus
berubah sepanjang waktu," ujarnya.
Merger ini akan memberi
keuntungan bagi penjual yang selama ini memanfaatkan OLX dan Berniaga
dalam beriklan, karena mereka cukup menggunakan satu platform. Dengan
ini Arnold berharap convertion rate akan meningkat dan penjual
mendapatkan satu-satunya "insentif" yang mereka butuhkan: penjualan.
Arnold
yang berasal dari Belanda mendirikan TokoBagus pada 2005 lalu bersama
Remco Lupker dengan modal kecil. Pada awalnya, ia tidak pernah
memikirkan tentang uang kala itu, namun lebih kepada kerja keras.
Pada
tahun 2012, Arnold dan Remco meninggalkan TokoBagus. Keduanya
mendirikan perusahaan rintisan baru. "Saya tidak lagi memiliki saham di
OLX atau TokoBagus," ucap Arnold.
Saat ini Arnold sibuk dengan
perusahaan barunya yang berbasis di Jakarta, HappyHoliday.travel yang
melayani jasa pembelian tiket pesawat, liburan, dan penginapan secara
online.
Sumber : http://www.cnnindonesia.com
0 komentar: